Cari Blog Ini

Selasa, 09 November 2010

rintik hujan sore

kali ini ku cari cinta
di kala senja mulai menyinsing
di hujan rintik sore

masih kucari cinta
bunyi-bunyian air jatuh bicara
bicara dalam hening

kucari cinta di antara gadis elok
gadis berkacamata tersungging senyum
apa ia mencari cinta jua di rintik hujan sore

ehm..
dingin ini bawa ke gadisku
ingin bersandar dan mencari cinta
di rintik hujan sore

Selasa, 03 Agustus 2010

Seputar tentang hati

TENTANG AKIBAT YANG MENTAKJUBKAN DARI CINTA KASIH TERHADAP ALLAH

1. Murid berkata: Aku meluhurkan Dikau, Bapa di surga, Bapa Tuhan Yesus Kristus, karena Engkau telah berkenan mengingat akan aku, orang papa ini.
Ya Bapa, belas kasihan dan Allah segala hiburan (2 Kor. 1.3), aku menghaturkan terimakasih kepadaMu, karena aku yang tidak pantas menerima segala penghiburan, kadang-kadang Engkau perkenankan menikmati penghiburanMu.
Semoga terpujilah dan diluhurkanlah namaMu untuk selama-lamanya, bersama dengan Putera TunggalMu dan Roh Kudus, Penghibur.
Ya, Tuhan Allahku, yang sungguh cinta kepadaKu, jika Engkau berkenan datang di dalam hatiku dan berdiam di situ, maka seluruh sanubariku akan bersorak gembira karena kesenangan.
Engkau adalah kemegahanku dan kegembiraan hatiku; Engkau adalah harapanku dan perlindungan pada hari aku tersiksa (Masm. 3.4; 59.17)
2. Tetapi oleh karena cintaku masih lemah dan keutamaanku masih kurang sempurna, maka Engkau hendaknya berkenan memberi kekuatan dan hiburan kepadaku; kunjungilah aku sering-sering dan didiklah aku dalam ajaranMu yang suci.
Bebaskanlah aku dari nafsu jahat dan sembuhkanlah hatiku dari segala keinginan yang tak terkendalikan, agar dengan jiwa sehat dan hati bersih aku pantas membangun cinta kasih, tahan menderita, teguh dalam pengabdian.
3. Guru berkata: Cinta itu sungguh sesuatu yang luhur, harta kekayaan yang sangat tinggi nilainya. Cinta membuat setiap beban menjadi ringan dan membangkitkan kesabaran dalam setiap penderitaan.
Karena cinta segala beban dapat didukung tanpa kesulitan dan segala yang pahit menjadi manis dan nyaman.
Cinta yang luhur terhadap Yesus mendorong orang berbuat hal-hal yang besar dan membangkitkan semangat untuk selalu mencita-citakan perbuatan yang lebih sempurna.
Cinta selalu ingin terbang ke atas dan tak ada barang dunia yang mampu menahannya.
Cinta ingin bebas dan tak suka terikat oleh semangat keduniawian, agar pandangan jiwa tidak terhalang dan tidak tertarik pada kesenangan-kesenganan yang tidak kekal, atau tidak jatuh karena kesulitan.
Tak ada lain yang lebih menarik hati daripada cinta, tak ada yang lebih teguh, lebih luhur, lebih lapang, lebih menyenangkan, tak ada yang lebih kaya dan lebih baik di surga, maupun di atas bumi; sebab cinta itu bersumber dari Allah dan di atas segala makhluk hanya dapat beristirahat pada Allah.
4. Siapa menaruh cinta, ia berjalan, ia terbang dan gembira, ia bebas dan tak terhalang.
Cinta memberikan segala miliknya untuk semua orang dan memiliki segalanya dalam segala apapun, karena ia memperoleh tempat istirahat pada satu-satunya yang baik dan yang paling tinggi di atas segala-galanya, sumber segala kebaikan
Orang yang mencintai tidak memperdulikan apa yang diberikan, tetapi tanpa menghiraukan hal-hal yang baik lainnya dia memalingkan dirinya kepada yang memberi.
Cinta tidak mengacuhkan beratnya beban ataupun tugas, tidak mengenal jerih payah, ingin berbuat lebih daripada kemampuannya, tidak pernah berdalih alasan yang tidak mungkin, karena menurut pikirannya ia mampu dan dapat berbuat apa saja.
Pendek kata, orang yang menaruh cinta dapat melakukan segala sesuatu, dapat menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan banyak. Sedang orang yang tidak menaruh cinta mengecewakan dan gagal usahanya.
5. Cinta selalu siap sedia. Waktu tidurpun cinta tidak lalai; terdesak, tetapi tidak sesak.
Waktu lelah ia tidak payah, terkejut tetapi tidak bingung, tetapi seperti nyala api yang bergerak dan seperti obor yang menyalakan sinarnya ke atas dan menerangi tempat sekelilingnya.
Barangsiapa menaruh cinta tentu mengerti bagaimana kata ini berbunyi.
Suara kuat yang berkumandang keras dalam telinga Tuhan ialah cinta jiwa yang menyala-nyala, yang berseru : Allahku, cintakasihku, Engkaulah seluruh milikku dan aku adalah seluruh milikMu !
DOA UNTUK MEMPEROLEH CINTA ALLAH
6. Lapangkanlah hatiku dengan cinta, agar dengan hati sanubariku aku dapat merasakan, betapa manisnya mencintai itu, bermandi dan luluh dalam cinta.
Semoga aku dapat pelukan cinta dapat melangkah keluar dan terbang mengatasi diriku sendiri karena semangat cinta yang menyala-nyala.
Semoga aku dapat bernyanyi-nyanyian cinta, dapat mengikuti Dikau yang aku cintai, keatas.
Semoga cintaku kepadaMu melebihi cintaku kepada diriku sendiri, dan cintaku akan diri sendiri itu melulu karena Engkau, dan di dalam Dirimu semua orang yang sungguh mencintai Dikau, seperti hukum cinta yang menyinar daripadaMu, menuntutnya.
7. Guru berkata. : Cinta itu cekatan, jujur, suka menolong, menyenangkan dan menarik.
Cinta itu kuat, sabar, setia, berhati-hati, tawakal, berjiwa jantan, dan tidak pernah mencari diri sendiri. Sebab orang yang mencari diri sendiri itu sebenarnya mengingkari cinta.
Cinta itu hati-hati, rendah hati dan tulus ikhlas, tidak lunak dan tidak gegabah, pun juga tidak menghiraukan barang-barang yang hampa. Cinta adalah sederhana, saleh, tidak goyah, tenang dan waspada terhadap semua panca inderanya.
Orang yang menaruh cinta itu patuh dan taat pada pembesar dan atasan; dirinya sendiri dipandangnya remeh dan tak berharga; terhadap Tuhan ia sangat khidmad, penuh terimaksih, kepercayaan dan harapan sekalipun ia tidak merasakan kehadiran Tuhan. Sebab tanpa susah orang tidak mungkin hidup dalam cinta.
8. Barangsiapa tidak bersedia menanggung segala macam penderitaan dan melaksanakan keinginan kekasihnya, maka orang itu tidak pantas disebut yang menaruh cinta.
Orang yang menaruh cinta harus bersedia menderita segala macam kepahitan, untuk kekasihnya, dan dalam menghadapi mala petaka yang timbul ia tidak memisahkan diri dari kekasihnya itu.

Jumat, 15 Januari 2010

Sejenak saja hening

Berkah Dalem

Dalam rutinitas kehidupan sering ditemui beberapa macam warna yang menghiasi perjalanan seseorang.
Banyak hal yang ditemui,begitu juga dengan pilihan-pilihan yang tak kunjung henti datang.Ketika ia di pagi hari,ditemukan pilihan ketika mau bangun atau melanjutkan tidurnya,rasa malas mengelayut,5 menit lagi ah baru aku bangun,tandasnya.Sedari bangun ia bergegas dengan rutinitas menjemukan yang sering ia lakukan hingga akhir kembali lagi ke tempat tidurnya untuk melepas malam.
Hal yang sangat menarik ditemui,banyak keinginan yang datang.Aku ingin mempunyai pasangan cakap/cantik ,Aku ingin mendapat nilai A dalam mata kuliah dan keinginan-keinginan lainnya.Ketika keinginan itu tidak tercapai dan pergi menjauh dari dirinya .Ia menjadi ngelokro,kecewa dan mutung.
Ia mudah sekali tenggelam dalam kekecewaan dan penyesalan,nafsu semakin menjerat,keinginan justru semakin bertambah.Ia telah lekat pada keinginan yang tak teratur,keinginan daging yang membuat hati tidak tentram.
"Ketentraman hati yang sebenarnya tidaklah diperoleh dengan menuruti keinginan hawa nafsu, melainkan dengan menentang desakannya"1 melainkan dengan mepekerjakan perkara-perkara rohani
Sayang sejenak saja ia meninggalkan hidup untuk menyendiri,sejenak saja mencari keheningan yang membiarkan dia berdamai dengan rasa sesal dan kecewa,mencari "dirinya sendiri yang sederhana".
Jalan menuju keheningan lebih dibutuhkan manusia dewasa ini,tapi sangat bertolak belakang dalam keheningan orang justru tidak diperkenankan untuk berharap.Hal tersebut yang membuat keheningan menjadi sangat sukar dan langka dijalani walau sejenak saja.
Ada contoh menarik orang yang menjalani keheningan ini,Yohanes Pembabtis.Yohanes menampilkan jati dirinya seutuhnya dan lebih mengarah pada kesederhanan."Manusia Yohanes ini memakai pakaian dari bulu onta dengan ikat pinggang kulit di sekeliling pinggangnya, dan makanannya belalang dan madu hutan." Ia meletakan keinginan itu pada tempatnya dan melakukan perkara-perkara rohani “Bertobatlah,sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”,dan menjalani kesederahanan dalam hidupnya .
Keheningan membantu kita kearah sana,kita pun terpanggil melakukan perkara-perkara rohani seperti yang diteladankan oleh Yohanes Pembaptis.

MARANATHA

Sumber:
1.Kempis,Thomas, IMITATIO CHRISTI Buku I NASIHAT-NASIHAT HIDUP ROHANI bagian Hal-hal keinginan hati teratur
2.Fr Gerry Pierse C.Ss.R. JOHN THE BAPTIST:A CLEAR MESSAGE AND IDENTITY Matthew 3: 1-12

Senin, 21 Desember 2009

Engkau Berharga bagi-Ku

Ibu Teresa - Engkau Berharga bagi-Ku


ENGKAU DAN AKU diciptakan untuk hal-hal yang lebih luhur: mencintai dan dicintai.
Kita tahu dari Kitab Suci bahwa apabila Allah bersabda kepada para nabi, Dia berkata "Aku telah memanggil engkau dengan namamu sendiri; engkau adalah niilik-Ku; engkau berharga bagi-Ku; Aku mencintaimu." Kata-ka itu berarti bahwa bagi Allah sendiri, kita berharga; Dia mencintai kita dan Dia menghendaki kita juga mencintai Dia.
"Lihat, Aku telah mengukir engkau dalam telapak tangan-Ku." Inilah alasan kedatang Yesus ke dunia ini, yaitu untuk memaklumkan untuk memberi kepada kita Kabar Gembir bahwa Allah mencintai kita, bahwa kita berharga bagi-Nya.
Dia mencintai aku. Dan bagaimana Dia mencintai aku? Seperti yang dikatakan-Nya "Meski seorang ibu dapat melupakan anaknya Aku tidak pernah akan melupakan engkau. Aku memegang engkau dalam telapak tangan-Ku." Sementara merenungkan teks ini, aku berkata, "Berjuta-juta orang ada di dalam tangan-Nya, namun di sana Dia dapat mengenal aku tepat dalam tangan-Nya! Di sana aku tentu hanya satu serpihan kecil, tetapi aku harus ada di sana karena Dia mengatakan begitu."
Sangat menakjubkan memikirkan hal ini apabila kita menderita, apabila kita merasa kesepian, apabila kita merasa gelisah. Ingatlah, engkau ada di sana - dan pada saat engkau sangat menderita, mata-Nya memandang engkau, engkau sangat berharga bagi-Nya.

Kita berharga bagi-Nya
Yang meregang jiwa dijalan - berharga bagi-Nya
Jutawan itu - berharga bagi-Nya
Pendosa itu - berharga bagi-Nya
Karena Dia mencintai kita.

Kita perlu berdoa untuk memahami cinta Allah kepada kita. Kalau kita sungguh-sungguh mau berdoa dan ingin berdoa, kita harus siap melakukannya sekarang juga. Ini hanyalah merupakan langkah-langkah awal untuk doa tetapi jika kita tidak pernah membuat langkah awal ini dengan sungguh-sungguh, kita tidak akan tiba pada langkah akhir: kehadiran Allah.

Sumber : Mutiara Cinta

Minggu, 13 Desember 2009

Kumpulan Puisi Jalaludin Ar Rumi

KECERDASAN DAN PEMAHAMAN SEJATI

Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektif
Bagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?

REALITAS SEJATI

Di sini, tidak ada bukti akademis di dunia;
Karena tersembunyi, dan tersembunyi, dan tersembunyi.

KAU DAN AKU

Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku;
Dalam dua bentuk dan dua wajah -- dengan satu jiwa,
Kau dan Aku.
Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.
Bintang-bintang Surga keluar memandang kita --
Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.
Kau dan Aku, dengan tiada 'Kau' atau 'Aku',
akan menjadi satu melalui rasa kita;
Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.
Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita --
Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.
Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini ...
Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan --
Kau dan Aku.

KERJA

Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.
Bukan sekadar sesuatu yang
jika sedang berlangsung, kau
dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,
seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia
dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
dan menuju ke kelompok Manusia.

TINDAKAN DAN KATA-KATA

Aku memberi orang-orang
apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka
menyukainya sebagai hiburan.
Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
Sudah lama aku mencari orang yang
menginginkan tindakan, tetapi
mereka semua ingin kata-kata.
Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;
tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.
Maka aku hadirkan padamu -- kata-kata.
Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu denganmu.

PELEPASAN MENIMBULKAN PEMAHAMAN

Wahai Hati! Sampai dalam penjara muslihat,
kau dapat melihat perbedaan antara Ini dan Itu,
Karena pelepasan seketika dari Sumber Tirani;
bertahan di luar

DIMENSI LAIN

Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan,
tetapi dalam jenis yang berbeda.
Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.
Ini tampak nyata,
hanya untuk orang yang berbudi halus --
mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

Kumpulan puisi Jalaludin Rumi

Jalaluddin Rumi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, mistikus yang berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan alhi matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.

Karya

Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio.

Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.

Ciri khas lain yang membedakan puisi Rumi dengan karya sufi penyair lain adalah seringnya ia memulai puisinya dengan menggunakan kisah-kisah. Tapi hal ini bukan dimaksud ia ingin menulis puisi naratif. Kisah-kisah ini digunakan sebagai alat pernyataan pikiran dan ide.

Banyak dijumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi yang tampaknya berlainan namun nyatanya memiliki kesejajaran makna simbolik. Beberapa tokoh sejarah yang ia tampilkan bukan dalam maksud kesejarahan, namun ia menampilkannya sebagai imaji-imaji simbolik. Tokoh-tokoh semisal Yusuf, Musa, Yakub, Isa dan lain-lain ia tampilkan sebagai lambang dari keindahan jiwa yang mencapai ma'rifat. Dan memang tokoh-tokoh tersebut terkenal sebagai pribadi yang diliputi oleh cinta Ilahi.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah :

jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku.

Kumpulan puisi Rumi

Wisdom – Jalaluddin Rumi


Wisdom is like the rain.
Its source is unlimited, but it comes down according to the season.
Grocers put sugar in a bag, but their supply of sugar is not the amount in the bag.
When you come to a grocer, he has sugar in abundance.
But he sees how much money you have brought and gives accordingly.
Your currency on this Path is resolution and faith, and you are taught according to your resolution and faith.
When you come seeking sugar, they examine your bag to see what its capacity is, then they measure out accordingly.

~ Jalaluddin Rumi

Kembali Pada Tuhan ~ Jalaluddin Rumi

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.

Begitulah caranya!

Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!

Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.

Begitulah caranya!

Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!

Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu,
kerana Akulah jalan itu.”

~ Jalaluddin Rumi