Cari Blog Ini

Sabtu, 29 Januari 2011

Bacaan Ekaristi 1-6 Febuari 2011

1. Selasa. Ibr 12:1-4; Mzm 21:26b-27,28,30,31-32; Mrk 5:21-43. Hai anakku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu. Kita di tepi danau bersama Yesus. Banyak orang datang berbondong-bondong sampai berdesak-desakan di dekat-Nya. Banyak yang menyentuh Dia atau tersenggol pada-Nya. Tapi sentuhan perempuan yang satu ini berbeda dari lainnya. Sudah dua belas tahun ia menderita sakit pendarahan. Menurut hukum Yahudi ia najis, dan apa pun yang ia sentuh, menjadi najis. Dua belas tahun bukan waktu sedikit. Seluruh hartanya sudah ia habiskan untuk berobat. Tapi keadaannya malah bertambah buruk. Tinggal satu harapannya. “Asal saja kujamah jubah-Nya, aku akan sembuh.” Benar, saat itu juga pendarahannya berhenti. Tapi kisahnya tidak berhenti di situ. “Siapa menjamah jubahku?” Dengan gemetar ketakutan perempuan itu keluar dari persembunyiannya. Yesus menyapanya dengan ramah. “Imanmu telah menyelamatkan engkau” Sekarang imannya ditingkatkan menjadi perjumpaan pribadi dengan Yesus, sumber kehidupan. Sudahkah aku berjumpa dengan Dia?

2. Rabu. Pesta Yesus dipersembahkan di kenisah. Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18; Mzm 24:7,8,9,10;Luk 2:22-40 (2:22-32). Mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain. Kata-kata indah itu diucapkan oleh Simeon. Kita tidak tahu berapa umurnya. Ia sering digambarkan sebagai orang yang sudah tua renta. Roh Kudus telah menyatakan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias. Setiap hari ia datang ke Bait Allah menunggu pemenuhan janji itu. Inilah saatnya. Gemetar karena bahagia ia menatang bayi kecil itu. “Sekarang biarkanlah hamba-Mu ini berpulang…” Dengan mata kepala ia telah melihat keselamatan dari Tuhan, yang bukan untuk bangsanya saja, melainkan untuk semua bangsa. Hatinya sudah puas. Tak ada apa-apa lagi yang dia inginkan dalam hidup ini selain berpulang, menurut istilah bangsanya, pulang ke pangkuan Abraham.

3. Kamis. Ibr 12:18-19. 21-24;Mzm 48: 2-3a,3b-4,9,10,11;Mrk 6:7-13. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. Injil Markus amat singkat, hampir merupakan rangkuman. Yesus memanggil murid-murid pilihan-Nya lalu mengutus mereka. Antara saat dipanggil dan saat diutus telah lewat beberapa waktu. Selama itu mereka tinggal bersama Sang Guru. Mereka melihat segala yang Ia lakukan dan mendengar apa yang Ia katakan. Barulah mereka diutus. Mereka tidak dibekali ransel dengan segala perlengkapan yang perlu, tapi hanya diberi kuasa. Bukan kuasa untuk memerintah atau menguasai orang lain, melainkan kuasa atas roh jahat. Mereka mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah datang, dan kerajaan roh jahat telah berakhir. Apakah Kerajaan Allah sudah terwujud dalam diriku dan lingkunganku?

4. Jumat. Ibr 13:1-8;Mzm 27:1,3,5,8b-9abc;Mrk 6:14-29. Hatinya selalu terombang-ambing. Setiap orang punya segi terang dan segi gelapnya. Begitu juga Herodes. Segi terangnya: Ia mengakui Yohanes itu orang yang benar dan suci. Maka ia menyeganinya dan suka mendengarkannya. Segi gelapnya: kelemahannya terhadap wanita. Itu sebabnya ia mengambil Herodias, istri saudaranya. Ketika Herodias dendam dan berusaha membunuh Yohanes, Herodes terbawa dendam istrinya dan memenjarakan Yohanes. Hati Herodes terombang-ambing. Ia orang yang tidak punya pendirian. Apa saja yang diperintahkan perempuan itu ia lakukan karena takut kehilangan muka. Ada pepatah: Di balik kejayaan atau keruntuhan seorang laki-laki, ada seorang perempuan. Apa yang perlu kuwaspadai dalam hidupku?

5. Sabtu. Pw S. Agata. Ibr 13:15-17.20-21; Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6;Mrk 6:30-34. Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika. Para murid baru pulang dari perjalanan misi yang pertama. Yesus tahu mereka perlu istirahat dan menimba kekuatan serta inspirasi baru di tempat yang tenang. Ke situlah Yesus membawa mereka. Yesus mengikuti pola hidup yang berimbang: Ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk beristirahat. Ada waktu untuk mewartakan, ada waktu untuk mendengarkan. Ada waktu untuk bersama orang banyak, ada waktu untuk menyendiri di tempat sunyi. Tapi rencana Yesus gagal. Mereka disusul orang banyak. Yesus tidak menolak, melainkan melayani mereka dengan penuh kasih. Rencana Yesus tidak kaku; Ia siap menghadapi situasi tak terduga.

6. Minggu Biasa V. Yes 58:7-10; Mzm 112:4-5,6-7,8a,9;1Kor 2:1-5; Mat 5:13-16. Kamu adalah terang dunia. Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surga. Ada orang yang suka memamerkan amal perbuatannya. Apa yang mereka dermakan ditulis di koran atau ditayangkan di TV. Mereka ingin dikenal sebagai orang sosial dan dermawan. Siapa tahu nanti terpilih sebagai wakil rakyat. Perbuatan baik jangan disembunyikan, kata Yesus. Setiap perbuatan baik memancarkan terang. Biarlah dunia menjadi terang karena banyaknya perbuatan baik yang kita lakukan. Tapi janganlah untuk kemuliaan sendiri, melainkan untuk kemuliaan Tuhan.

Bacaan Ekaristi 29-31 Januari 2011

Sabtu, 29 Januari 2011
Pekan Biasa III (H)
St. Gildas; St. Joseph Freinademetz;
B. Arkanjela Girlani

Bacaan I: Ibr. 11:1–2,8–19
Mazmur : Luk. 1:69–70,71–72,73–75; R: 68
Bacaan Injil : Mrk. 4:35–41

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: ”Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya mem­ba­ngunkan Dia dan berkata kepada-Nya: ”Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: ”Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: ”Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Renungan
Apa arti beriman? Bagi Abraham beriman berarti taat mengikuti perintah Tuhan; setia men­jalankan perintah itu; dan tekun berpegang pada janji yang Tuhan berikan. Iman Abraham diteladani oleh banyak orang, tidak hanya orang-orang Kristen, tetapi juga Yahudi dan Islam. Mulai dari Abraham, Allah menyiapkan kedatangan Sang Juru Selamat melalui sebuah bangsa. Betapa dahsyat dan penuh daya iman itu.

Kepada murid-murid-Nya yang ketakutan karena angin ribut, Yesus menegur mereka, ”Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk. 4:40). Yesus menenangkan angin ribut. Dia tidak tinggal diam. Dia selalu hadir menemani perjalanan para murid dan Gereja-Nya. Dia adalah Raja Semesta Alam karena angin dan danau taat kepada-Nya.

Iman yang begitu sederhana tampaknya tidak mudah kita hayati dalam keseharian. Rasa takut dan cemas masih saja datang, misalnya tentang kesehatan, tentang pendidikan, tentang pekerjaan, dan seterusnya. Rasa takut itu sebenarnya wajar saja, menggerakkan orang untuk berjuang dalam hidup ini. Menjadi tidak wajar bila rasa takut itu membuat orang tidak berbuat apa-apa.

Doa: Yesus, ampunilah aku yang masih sering takut ini. Ajarilah aku beriman seutuhnya kepada-Mu. Amin.

* * *

Minggu, 30 Januari 2011
Pekan Biasa IV (H)

Sta. Yasinta Mareskoti; St. Gerardus;
Sta. Maria Ward; Sta. Batildis; B. Sebastianus

Bacaan I: Zef. 2:3; 3:12–13
Mazmur : 146:1,7,8–9a,9bc–10; R: Mat. 5:3
Bacaan II : 1Kor. 1:26–31
Bacaan Injil : Mat. 5:1–12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai ber­­bicara dan mengajar mereka, kata-Nya: ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan me­miliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika ka­rena Aku kamu dicela dan dianiaya dan ke­pa­damu difitnahkan segala yang jahat. Ber­suka­cita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Renungan
Siapa yang biasa menjadi korban dalam perang dan kekerasan? Biasanya orang-orang lemah, kecil, dan tidak berdaya, seperti perempuan, anak-anak, dan lansia. Orang lemah, kecil, dan tidak berdaya menjadi tanda dan gambaran kehadiran Allah: Allah yang penuh kasih dan setia, tidak mengancam, mengharapkan kesabaran, dan teladan dalam penderitaan. Orang-orang lemah, bodoh, dan tidak terpandang dipilih Allah untuk mempermalukan orang-orang yang menganggap dirinya hebat.

Yesus dalam khotbah di bukit menyampaikan Sabda Bahagia. Sangat jelas siapakah yang dimaksud Yesus dalam khotbah-Nya, siapakah yang dianggap-Nya berbahagia. Mereka adalah orang-orang lemah, miskin, teraniaya, lapar, dan seterusnya—orang-orang yang sering dianggap tidak berguna oleh masyarakat, tetapi oleh Yesus justru dipilih-Nya untuk mempermalukan orang-orang yang merasa dirinya lebih berguna.

Oleh karena itu, Nabi Zefanya menasihati umatnya untuk mencari keadilan dan kerendahan hati. Tentu saja maksudnya bukan ingin menang sendiri, tetapi untuk memperjuangkan mereka yang diperlakukan tidak adil. Dengan mencari kerendahan hati maksudnya adalah menganggap diri sebagai hamba-hamba Tuhan, menyadari segala kekuatan berasal dari Dia. Bukan perkara mudah mengejar kedua keutamaan, tetapi bukan hal yang mustahil.

Doa: Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. Amin.

* * *

Senin, 31 Januari 2011
Pekan Biasa IV

Pw St. Yohanes Don Bosco, Im (P);
Sta. Marcella; St. Aidan

Bacaan I: Ibr. 11:32–40
Mazmur : 31:20,21,22,23,24; R:25
Bacaan Injil : Mrk. 5:1–20

Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan mene­mui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup meng­ikat­nya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnah­kannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia ber­keliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyem­bah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: ”Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: ”Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: ”Siapa namamu?” Jawabnya: ”Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
Adalah di sana di lereng bukit sejumlah be­sar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu me­minta kepada-Nya, katanya: ”Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” Yesus mengabulkan perminta­an mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan me­masuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalam­nya.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. (Bacaan selengkapnya, lihat Alkitab….)

Renungan
Yesus mengusir roh-roh jahat yang besar jumlahnya di daerah Gerasa. Roh-roh jahat itu ditakuti orang sehingga banyak yang menyingkir. Ironisnya, karena Yesus mengusir roh-roh jahat, Dia dianggap lebih mengerikan. Padahal, maksud Yesus agar mereka percaya dan mengandalkan kekuatan hidup ini bukan pada kekuatan yang lain selain Allah saja.

Di sekitar kita berkeliaran kekuatan-kekuatan lain, termasuk roh-roh jahat, dan betapa banyak orang—mungkin termasuk Anda—mengabdi kepada roh-roh jahat itu dan menjadikannya san­daran hidup. Apa yang Yesus harapkan tidak lain adalah iman, percaya hanya kepada-Nya, dan meng­an­dalkan Dia sebagai satu-satunya sumber hidup. Kekuatan Yesus tidak membuat orang se­gan datang kepada-Nya, tetapi justru membebaskan orang untuk mewartakan kebenaran dan kebaikan.

Doa: Yesus, ajarilah aku menyandarkan diri pada kekuatan-Mu saja, bukan pada kekuatan yang ada di dunia ini. ­­Amin.

Sumber:Ziarah Batin

http://www.obormedia.com/content/ziarah-batin-1

Selasa, 09 November 2010

rintik hujan sore

kali ini ku cari cinta
di kala senja mulai menyinsing
di hujan rintik sore

masih kucari cinta
bunyi-bunyian air jatuh bicara
bicara dalam hening

kucari cinta di antara gadis elok
gadis berkacamata tersungging senyum
apa ia mencari cinta jua di rintik hujan sore

ehm..
dingin ini bawa ke gadisku
ingin bersandar dan mencari cinta
di rintik hujan sore

Selasa, 03 Agustus 2010

Seputar tentang hati

TENTANG AKIBAT YANG MENTAKJUBKAN DARI CINTA KASIH TERHADAP ALLAH

1. Murid berkata: Aku meluhurkan Dikau, Bapa di surga, Bapa Tuhan Yesus Kristus, karena Engkau telah berkenan mengingat akan aku, orang papa ini.
Ya Bapa, belas kasihan dan Allah segala hiburan (2 Kor. 1.3), aku menghaturkan terimakasih kepadaMu, karena aku yang tidak pantas menerima segala penghiburan, kadang-kadang Engkau perkenankan menikmati penghiburanMu.
Semoga terpujilah dan diluhurkanlah namaMu untuk selama-lamanya, bersama dengan Putera TunggalMu dan Roh Kudus, Penghibur.
Ya, Tuhan Allahku, yang sungguh cinta kepadaKu, jika Engkau berkenan datang di dalam hatiku dan berdiam di situ, maka seluruh sanubariku akan bersorak gembira karena kesenangan.
Engkau adalah kemegahanku dan kegembiraan hatiku; Engkau adalah harapanku dan perlindungan pada hari aku tersiksa (Masm. 3.4; 59.17)
2. Tetapi oleh karena cintaku masih lemah dan keutamaanku masih kurang sempurna, maka Engkau hendaknya berkenan memberi kekuatan dan hiburan kepadaku; kunjungilah aku sering-sering dan didiklah aku dalam ajaranMu yang suci.
Bebaskanlah aku dari nafsu jahat dan sembuhkanlah hatiku dari segala keinginan yang tak terkendalikan, agar dengan jiwa sehat dan hati bersih aku pantas membangun cinta kasih, tahan menderita, teguh dalam pengabdian.
3. Guru berkata: Cinta itu sungguh sesuatu yang luhur, harta kekayaan yang sangat tinggi nilainya. Cinta membuat setiap beban menjadi ringan dan membangkitkan kesabaran dalam setiap penderitaan.
Karena cinta segala beban dapat didukung tanpa kesulitan dan segala yang pahit menjadi manis dan nyaman.
Cinta yang luhur terhadap Yesus mendorong orang berbuat hal-hal yang besar dan membangkitkan semangat untuk selalu mencita-citakan perbuatan yang lebih sempurna.
Cinta selalu ingin terbang ke atas dan tak ada barang dunia yang mampu menahannya.
Cinta ingin bebas dan tak suka terikat oleh semangat keduniawian, agar pandangan jiwa tidak terhalang dan tidak tertarik pada kesenangan-kesenganan yang tidak kekal, atau tidak jatuh karena kesulitan.
Tak ada lain yang lebih menarik hati daripada cinta, tak ada yang lebih teguh, lebih luhur, lebih lapang, lebih menyenangkan, tak ada yang lebih kaya dan lebih baik di surga, maupun di atas bumi; sebab cinta itu bersumber dari Allah dan di atas segala makhluk hanya dapat beristirahat pada Allah.
4. Siapa menaruh cinta, ia berjalan, ia terbang dan gembira, ia bebas dan tak terhalang.
Cinta memberikan segala miliknya untuk semua orang dan memiliki segalanya dalam segala apapun, karena ia memperoleh tempat istirahat pada satu-satunya yang baik dan yang paling tinggi di atas segala-galanya, sumber segala kebaikan
Orang yang mencintai tidak memperdulikan apa yang diberikan, tetapi tanpa menghiraukan hal-hal yang baik lainnya dia memalingkan dirinya kepada yang memberi.
Cinta tidak mengacuhkan beratnya beban ataupun tugas, tidak mengenal jerih payah, ingin berbuat lebih daripada kemampuannya, tidak pernah berdalih alasan yang tidak mungkin, karena menurut pikirannya ia mampu dan dapat berbuat apa saja.
Pendek kata, orang yang menaruh cinta dapat melakukan segala sesuatu, dapat menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan banyak. Sedang orang yang tidak menaruh cinta mengecewakan dan gagal usahanya.
5. Cinta selalu siap sedia. Waktu tidurpun cinta tidak lalai; terdesak, tetapi tidak sesak.
Waktu lelah ia tidak payah, terkejut tetapi tidak bingung, tetapi seperti nyala api yang bergerak dan seperti obor yang menyalakan sinarnya ke atas dan menerangi tempat sekelilingnya.
Barangsiapa menaruh cinta tentu mengerti bagaimana kata ini berbunyi.
Suara kuat yang berkumandang keras dalam telinga Tuhan ialah cinta jiwa yang menyala-nyala, yang berseru : Allahku, cintakasihku, Engkaulah seluruh milikku dan aku adalah seluruh milikMu !
DOA UNTUK MEMPEROLEH CINTA ALLAH
6. Lapangkanlah hatiku dengan cinta, agar dengan hati sanubariku aku dapat merasakan, betapa manisnya mencintai itu, bermandi dan luluh dalam cinta.
Semoga aku dapat pelukan cinta dapat melangkah keluar dan terbang mengatasi diriku sendiri karena semangat cinta yang menyala-nyala.
Semoga aku dapat bernyanyi-nyanyian cinta, dapat mengikuti Dikau yang aku cintai, keatas.
Semoga cintaku kepadaMu melebihi cintaku kepada diriku sendiri, dan cintaku akan diri sendiri itu melulu karena Engkau, dan di dalam Dirimu semua orang yang sungguh mencintai Dikau, seperti hukum cinta yang menyinar daripadaMu, menuntutnya.
7. Guru berkata. : Cinta itu cekatan, jujur, suka menolong, menyenangkan dan menarik.
Cinta itu kuat, sabar, setia, berhati-hati, tawakal, berjiwa jantan, dan tidak pernah mencari diri sendiri. Sebab orang yang mencari diri sendiri itu sebenarnya mengingkari cinta.
Cinta itu hati-hati, rendah hati dan tulus ikhlas, tidak lunak dan tidak gegabah, pun juga tidak menghiraukan barang-barang yang hampa. Cinta adalah sederhana, saleh, tidak goyah, tenang dan waspada terhadap semua panca inderanya.
Orang yang menaruh cinta itu patuh dan taat pada pembesar dan atasan; dirinya sendiri dipandangnya remeh dan tak berharga; terhadap Tuhan ia sangat khidmad, penuh terimaksih, kepercayaan dan harapan sekalipun ia tidak merasakan kehadiran Tuhan. Sebab tanpa susah orang tidak mungkin hidup dalam cinta.
8. Barangsiapa tidak bersedia menanggung segala macam penderitaan dan melaksanakan keinginan kekasihnya, maka orang itu tidak pantas disebut yang menaruh cinta.
Orang yang menaruh cinta harus bersedia menderita segala macam kepahitan, untuk kekasihnya, dan dalam menghadapi mala petaka yang timbul ia tidak memisahkan diri dari kekasihnya itu.

Jumat, 15 Januari 2010

Sejenak saja hening

Berkah Dalem

Dalam rutinitas kehidupan sering ditemui beberapa macam warna yang menghiasi perjalanan seseorang.
Banyak hal yang ditemui,begitu juga dengan pilihan-pilihan yang tak kunjung henti datang.Ketika ia di pagi hari,ditemukan pilihan ketika mau bangun atau melanjutkan tidurnya,rasa malas mengelayut,5 menit lagi ah baru aku bangun,tandasnya.Sedari bangun ia bergegas dengan rutinitas menjemukan yang sering ia lakukan hingga akhir kembali lagi ke tempat tidurnya untuk melepas malam.
Hal yang sangat menarik ditemui,banyak keinginan yang datang.Aku ingin mempunyai pasangan cakap/cantik ,Aku ingin mendapat nilai A dalam mata kuliah dan keinginan-keinginan lainnya.Ketika keinginan itu tidak tercapai dan pergi menjauh dari dirinya .Ia menjadi ngelokro,kecewa dan mutung.
Ia mudah sekali tenggelam dalam kekecewaan dan penyesalan,nafsu semakin menjerat,keinginan justru semakin bertambah.Ia telah lekat pada keinginan yang tak teratur,keinginan daging yang membuat hati tidak tentram.
"Ketentraman hati yang sebenarnya tidaklah diperoleh dengan menuruti keinginan hawa nafsu, melainkan dengan menentang desakannya"1 melainkan dengan mepekerjakan perkara-perkara rohani
Sayang sejenak saja ia meninggalkan hidup untuk menyendiri,sejenak saja mencari keheningan yang membiarkan dia berdamai dengan rasa sesal dan kecewa,mencari "dirinya sendiri yang sederhana".
Jalan menuju keheningan lebih dibutuhkan manusia dewasa ini,tapi sangat bertolak belakang dalam keheningan orang justru tidak diperkenankan untuk berharap.Hal tersebut yang membuat keheningan menjadi sangat sukar dan langka dijalani walau sejenak saja.
Ada contoh menarik orang yang menjalani keheningan ini,Yohanes Pembabtis.Yohanes menampilkan jati dirinya seutuhnya dan lebih mengarah pada kesederhanan."Manusia Yohanes ini memakai pakaian dari bulu onta dengan ikat pinggang kulit di sekeliling pinggangnya, dan makanannya belalang dan madu hutan." Ia meletakan keinginan itu pada tempatnya dan melakukan perkara-perkara rohani “Bertobatlah,sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”,dan menjalani kesederahanan dalam hidupnya .
Keheningan membantu kita kearah sana,kita pun terpanggil melakukan perkara-perkara rohani seperti yang diteladankan oleh Yohanes Pembaptis.

MARANATHA

Sumber:
1.Kempis,Thomas, IMITATIO CHRISTI Buku I NASIHAT-NASIHAT HIDUP ROHANI bagian Hal-hal keinginan hati teratur
2.Fr Gerry Pierse C.Ss.R. JOHN THE BAPTIST:A CLEAR MESSAGE AND IDENTITY Matthew 3: 1-12

Senin, 21 Desember 2009

Engkau Berharga bagi-Ku

Ibu Teresa - Engkau Berharga bagi-Ku


ENGKAU DAN AKU diciptakan untuk hal-hal yang lebih luhur: mencintai dan dicintai.
Kita tahu dari Kitab Suci bahwa apabila Allah bersabda kepada para nabi, Dia berkata "Aku telah memanggil engkau dengan namamu sendiri; engkau adalah niilik-Ku; engkau berharga bagi-Ku; Aku mencintaimu." Kata-ka itu berarti bahwa bagi Allah sendiri, kita berharga; Dia mencintai kita dan Dia menghendaki kita juga mencintai Dia.
"Lihat, Aku telah mengukir engkau dalam telapak tangan-Ku." Inilah alasan kedatang Yesus ke dunia ini, yaitu untuk memaklumkan untuk memberi kepada kita Kabar Gembir bahwa Allah mencintai kita, bahwa kita berharga bagi-Nya.
Dia mencintai aku. Dan bagaimana Dia mencintai aku? Seperti yang dikatakan-Nya "Meski seorang ibu dapat melupakan anaknya Aku tidak pernah akan melupakan engkau. Aku memegang engkau dalam telapak tangan-Ku." Sementara merenungkan teks ini, aku berkata, "Berjuta-juta orang ada di dalam tangan-Nya, namun di sana Dia dapat mengenal aku tepat dalam tangan-Nya! Di sana aku tentu hanya satu serpihan kecil, tetapi aku harus ada di sana karena Dia mengatakan begitu."
Sangat menakjubkan memikirkan hal ini apabila kita menderita, apabila kita merasa kesepian, apabila kita merasa gelisah. Ingatlah, engkau ada di sana - dan pada saat engkau sangat menderita, mata-Nya memandang engkau, engkau sangat berharga bagi-Nya.

Kita berharga bagi-Nya
Yang meregang jiwa dijalan - berharga bagi-Nya
Jutawan itu - berharga bagi-Nya
Pendosa itu - berharga bagi-Nya
Karena Dia mencintai kita.

Kita perlu berdoa untuk memahami cinta Allah kepada kita. Kalau kita sungguh-sungguh mau berdoa dan ingin berdoa, kita harus siap melakukannya sekarang juga. Ini hanyalah merupakan langkah-langkah awal untuk doa tetapi jika kita tidak pernah membuat langkah awal ini dengan sungguh-sungguh, kita tidak akan tiba pada langkah akhir: kehadiran Allah.

Sumber : Mutiara Cinta

Minggu, 13 Desember 2009

Kumpulan Puisi Jalaludin Ar Rumi

KECERDASAN DAN PEMAHAMAN SEJATI

Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektif
Bagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?

REALITAS SEJATI

Di sini, tidak ada bukti akademis di dunia;
Karena tersembunyi, dan tersembunyi, dan tersembunyi.

KAU DAN AKU

Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku;
Dalam dua bentuk dan dua wajah -- dengan satu jiwa,
Kau dan Aku.
Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.
Bintang-bintang Surga keluar memandang kita --
Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.
Kau dan Aku, dengan tiada 'Kau' atau 'Aku',
akan menjadi satu melalui rasa kita;
Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.
Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita --
Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.
Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini ...
Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan --
Kau dan Aku.

KERJA

Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.
Bukan sekadar sesuatu yang
jika sedang berlangsung, kau
dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,
seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia
dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
dan menuju ke kelompok Manusia.

TINDAKAN DAN KATA-KATA

Aku memberi orang-orang
apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka
menyukainya sebagai hiburan.
Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
Sudah lama aku mencari orang yang
menginginkan tindakan, tetapi
mereka semua ingin kata-kata.
Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;
tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.
Maka aku hadirkan padamu -- kata-kata.
Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu denganmu.

PELEPASAN MENIMBULKAN PEMAHAMAN

Wahai Hati! Sampai dalam penjara muslihat,
kau dapat melihat perbedaan antara Ini dan Itu,
Karena pelepasan seketika dari Sumber Tirani;
bertahan di luar

DIMENSI LAIN

Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan,
tetapi dalam jenis yang berbeda.
Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.
Ini tampak nyata,
hanya untuk orang yang berbudi halus --
mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

Kumpulan puisi Jalaludin Rumi

Jalaluddin Rumi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, mistikus yang berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan alhi matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.

Karya

Kumpulan puisi Rumi yang terkenal bernama al-Matsnawi al-Maknawi konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengeritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio.

Diakui, bahwa puisi Rumi memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan para sufi penyair lainnya. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.

Ciri khas lain yang membedakan puisi Rumi dengan karya sufi penyair lain adalah seringnya ia memulai puisinya dengan menggunakan kisah-kisah. Tapi hal ini bukan dimaksud ia ingin menulis puisi naratif. Kisah-kisah ini digunakan sebagai alat pernyataan pikiran dan ide.

Banyak dijumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi yang tampaknya berlainan namun nyatanya memiliki kesejajaran makna simbolik. Beberapa tokoh sejarah yang ia tampilkan bukan dalam maksud kesejarahan, namun ia menampilkannya sebagai imaji-imaji simbolik. Tokoh-tokoh semisal Yusuf, Musa, Yakub, Isa dan lain-lain ia tampilkan sebagai lambang dari keindahan jiwa yang mencapai ma'rifat. Dan memang tokoh-tokoh tersebut terkenal sebagai pribadi yang diliputi oleh cinta Ilahi.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah :

jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku.

Kumpulan puisi Rumi

Wisdom – Jalaluddin Rumi


Wisdom is like the rain.
Its source is unlimited, but it comes down according to the season.
Grocers put sugar in a bag, but their supply of sugar is not the amount in the bag.
When you come to a grocer, he has sugar in abundance.
But he sees how much money you have brought and gives accordingly.
Your currency on this Path is resolution and faith, and you are taught according to your resolution and faith.
When you come seeking sugar, they examine your bag to see what its capacity is, then they measure out accordingly.

~ Jalaluddin Rumi

Kembali Pada Tuhan ~ Jalaluddin Rumi

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.

Begitulah caranya!

Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!

Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.

Begitulah caranya!

Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!

Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu,
kerana Akulah jalan itu.”

~ Jalaluddin Rumi

Perubahan

"Jangan berubah! Perubahan adalah sesuatu yang tidak mungkin. Apabila hal itu mungkin, perubahan itu bahkan terjadi dengan sendirinya. Perubahan yang terjadi dengan sendirinya merupakan perubahan sejati. Tetaplah seperti apa adanya kamu sekarang ini. Cintailah dirimu sendiri sebagaimana adanya. Kita mengupayakan perubahan agar dapat diterima, dan memenuhi harapan-harapan, dan dengan demikian dapat merasakan betapa bahagianya hidup menurut gambaran ideal yang telah kita bangun sendiri. Kita tidak sabar dengan diri kita sendiri dan memaksa diri untuk berubah. Satu-satunya perubahan yang sungguh-sungguh membangun adalah perubahan yang berasal dari penerimaan diri. Perubahan tidak pernah dapat dipaksakan. Ia terjadi dengan sendirinya."

Sabtu, 12 Desember 2009

Satu dengan Kristus

Kenyataannya,hanya ada satu doa yang sejati,hanya ada satu doa yang penting:Kristus sendiri.Hanya ada satu suara yang membumbung tinggi:Suara Kristus.Doa adalah kesatuan dengan Kristus.

Bila saatnya tiba kita tidak dapat berdoa,maka jalan keluarnya mudah saja: kalau Yesus ada di hati kita,biarkan dia berdoa,biarkan Dia bercakap-cakap dengan BapaNya dalam keheningan hati kita.Karena kita tidak dapat berbicara,maka dia akan berbicara;karena kita tidak dapat berdoa,maka Dia akan berdoa.

Karena itulah kita harus sering mengucapkan,"Yesus yang ada di dalam hatiku,aku percaya akan kasih setiaMu kepadaku." Bila kita tidak punya sesuatu untuk diberikan -berikanlah Dia ketiadaan itu.Marilah kita meminta Yesus untuk berdoa dalam diri kita,karena tak seorang pun mengenal Bapa lebih baik daripada Dia.Tak seorang pun berdoa lebih baik dari Yesus,yang mengutus Roh-Nya kepada kita untuk berdoa dalam diri kita,karena kita tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa.

Dan kalau hatiku murni,bila Yesus hidup dalam hatiku,kalau hatiku adalah tabernakel dari Allah yang hidup,Yesus dan saya adalah satu.Seperti apa yang telah dikatakan oleh St Paulus,"...aku hidup,tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup melainkan Kristus sendiri yang hidup di dalam aku."

Kristus berdoa dalam diriku,Kristus bekerja di dalam diriku,Kristus memandang melalui mataku,Kristus berbicara melalui kata-kataku,Kristus bekerja dengan tanganku,Kristus berjalan dengan kakiku,Kristus mencintai dengan hatiku.Seperti yang di doakan St Paulus:"Aku adalah milik Kristusdan tak ada sesuatu pun yang dapat memisahkanku dari cinta Kristus." Itulah kesatuan dengan Allah dalam Roh Kudus.

Penting kalau kita membiarkan Kristus hidup dalam diri kita sehingga kita dapat memilki kehadiran-Nya di mana saja kita berada.Allah sangat mencintai kita.Dia memberi kita cinta-Nya dan kita harus membuat dia leluasa dalam diri kita.Masalahnya bukan menyerahkan segala sesuatu, - itu tidak penting-,melainkan belas kasih dan kehadiran.Semakin membiarkan Dia hidup dalam diri kita,semakin kita tumbuh dalam keserupaan dengan Kristus.

Doa adalah penyerahan diri seluruhnya,kesatuan yang menyeluruh dengan Kristus.Inilah yang membuat kita bersemangat kontemplatif di tengah dunia;karena selama dua puluh empat jam kita berada dihadapan-Nya:dalam diri orang lapar,telanjang,tak punya rumah,tidak disukai, tidak cintai dan tidak diperhatikan.Karena Yesus berkata:"...segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini,kamu telah melakukannya untuk Aku."

Doa:
Bapa kami,di sinilah aku,siap melayani-Mu,Anak-Mu,pakailah aku untuk meneruskan cinta-Mu kepada dunia,dengan memberi Yesus kepadaku dan melalui aku,kepada satu sama lain dan kepada dunia.Marilah kita berdoa untuk satu sama lain sehingga kita membolehkan Yesus mencintai di dalam diri kita dan melalui kita dengan cinta yang sama dengan cinta Bapa kepada-Nya.

MURDER TERESA

Pondhok Kehidupan

Sebuah tempat atau bangunan untuk tempat sementara untuk mengaso,layaknya di ladang atau disawah saat petani bercucuran keringat istirahat sejenak sembari nikmati santap makan.
Pondok bisa juga tempat ajar dimana manusia menempa dirinya dengan ilmu dan iman.

Sepenggal kata untuk mengawali blog ini sebagai media untuk mengaso atau menimba air ilmu
itulah yang menjadi semangat awal dan harapan yang terus hidup